<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving and Interchange DTD v1.3 20210610//EN" "JATS-archivearticle1-3.dtd">
<article article-type="research-article" dtd-version="1.3" xml:lang="en" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML">
  <front>
    <journal-meta>
      <journal-id journal-id-type="actanova-preservation">Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn pub-type="epub">3026-5886</issn>
      <publisher>
        <publisher-name>Indonesian Journal Publisher</publisher-name>
      </publisher>
    </journal-meta>
    <article-meta>
      <article-id pub-id-type="publisher-id">peran-media-sosial-dalam-mempromosikan-gaya-hidup-berkelanjutan-studi-budaya-konsumen-hijau-di-kalangan-milenial</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">10.47134/jbkd.v2i4.4256</article-id>
      <title-group>
        <article-title>Peran Media Sosial dalam Mempromosikan Gaya Hidup Berkelanjutan: Studi Budaya Konsumen Hijau di Kalangan Milenial</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Ardianto</surname>
            <given-names>Krisna</given-names>
          </name>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Kurniawan</surname>
            <given-names>Reinaldi</given-names>
          </name>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Mayafani</surname>
            <given-names>Riefa</given-names>
          </name>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>H</surname>
            <given-names>Erica Epril</given-names>
          </name>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Purwanto</surname>
            <given-names>Eko</given-names>
          </name>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <pub-date pub-type="epub">
        <day>17</day>
        <month>06</month>
        <year>2025</year>
      </pub-date>
      <volume>2</volume>
      <issue>4</issue>
      <fpage>8</fpage>
      <lpage>8</lpage>
      <permissions>
        <copyright-statement>© 2025 Indonesian Journal Publisher</copyright-statement>
        <copyright-year>2025</copyright-year>
        <license license-type="open-access" xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">
          <license-p>This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License.</license-p>
        </license>
      </permissions>
      <abstract>
        <p>Adopsi budaya konsumsi hijau menjadi salah satu fokus utama dalam penelitian ini yang menganalisis peran media sosial di kalangan generasi milenial. Algoritma media sosial yang terbatas dalam menyaring konten kredibel dan fenomena greenwashing menjadi tantangan utama. Dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan, media sosial berfungsi sebagai alat efektif untuk membentuk opini, menyebarkan informasi, dan memotivasi tindakan pro-lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer dan komunitas daring berperan memperkuat pesan keberlanjutan melalui pengaruh sosial, mendorong perubahan perilaku kolektif. Konten menarik seperti infografis, testimoni pengguna, dan video pendek terbukti meningkatkan komitmen serta pemahaman milenial terhadap keberlanjutan. Kolaborasi antara pelaku industri, pembuat kebijakan, dan platform media sosial diperlukan untuk memastikan informasi yang dapat diandalkan dan transparan.</p>
      </abstract>
      <kwd-group kwd-group-type="author">
        <kwd>Budaya Konsumsi Hijau</kwd>
        <kwd>Media Sosial</kwd>
        <kwd>Greenwashing</kwd>
        <kwd>Influencer</kwd>
        <kwd>Keberlanjutan</kwd>
        <kwd>sosial</kwd>
        <kwd>media</kwd>
        <kwd>milenial</kwd>
        <kwd>peran</kwd>
        <kwd>gaya</kwd>
        <kwd>hidup</kwd>
      </kwd-group>
      <self-uri content-type="pdf" xlink:href="/journals/articles/peran-media-sosial-dalam-mempromosikan-gaya-hidup-berkelanjutan-studi-budaya-konsumen-hijau-di-kalangan-milenial/pdf-stream" />
      <self-uri content-type="html" xlink:href="/journals/articles/peran-media-sosial-dalam-mempromosikan-gaya-hidup-berkelanjutan-studi-budaya-konsumen-hijau-di-kalangan-milenial/html" />
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec id="sec1">
      <title>Full Text &amp; Preserved Archival Statement</title>
      <p>Adopsi budaya konsumsi hijau menjadi salah satu fokus utama dalam penelitian ini yang menganalisis peran media sosial di kalangan generasi milenial. Algoritma media sosial yang terbatas dalam menyaring konten kredibel dan fenomena greenwashing menjadi tantangan utama. Dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan, media sosial berfungsi sebagai alat efektif untuk membentuk opini, menyebarkan informasi, dan memotivasi tindakan pro-lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa influencer dan komunitas daring berperan memperkuat pesan keberlanjutan melalui pengaruh sosial, mendorong perubahan perilaku kolektif. Konten menarik seperti infografis, testimoni pengguna, dan video pendek terbukti meningkatkan komitmen serta pemahaman milenial terhadap keberlanjutan. Kolaborasi antara pelaku industri, pembuat kebijakan, dan platform media sosial diperlukan untuk memastikan informasi yang dapat diandalkan dan transparan.</p>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ack>
      <p>Digitally preserved and archived by ActaNova Digital Archival &amp; Preservation Network (Permanent Archival Node: https://actanova.mediadigitalpublikasi.com/journals).</p>
    </ack>
  </back>
</article>