<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving and Interchange DTD v1.3 20210610//EN" "JATS-archivearticle1-3.dtd">
<article article-type="research-article" dtd-version="1.3" xml:lang="en" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML">
  <front>
    <journal-meta>
      <journal-id journal-id-type="actanova-preservation">Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn pub-type="epub">3026-5886</issn>
      <publisher>
        <publisher-name>Indonesian Journal Publisher</publisher-name>
      </publisher>
    </journal-meta>
    <article-meta>
      <article-id pub-id-type="publisher-id">omset-meningkat-1500-viral-marketing-melalui-trend-cookie-bomb-challenge-sebagai-gaya-komunikasi-pemasaran</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">10.47134/jbkd.v1i4.2955</article-id>
      <title-group>
        <article-title>Omset Meningkat 1500% : Viral Marketing Melalui Trend Cookie Bomb Challenge Sebagai Gaya Komunikasi Pemasaran</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Nurintan</surname>
            <given-names>Cherilda Luqia</given-names>
          </name>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Barkah</surname>
            <given-names>Cecep Safaatul</given-names>
          </name>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Novel</surname>
            <given-names>Nurillah Jamil Achmawati</given-names>
          </name>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Sukoco</surname>
            <given-names>Iwan</given-names>
          </name>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <pub-date pub-type="epub">
        <day>30</day>
        <month>08</month>
        <year>2024</year>
      </pub-date>
      <volume>1</volume>
      <issue>4</issue>
      <fpage>1</fpage>
      <lpage>10</lpage>
      <permissions>
        <copyright-statement>© 2024 Indonesian Journal Publisher</copyright-statement>
        <copyright-year>2024</copyright-year>
        <license license-type="open-access" xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">
          <license-p>This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License.</license-p>
        </license>
      </permissions>
      <abstract>
        <p>Pesatnya angka pertumbuhan pengguna sosial media membuka peluang munculnya alternatif baru dalam cara memasarkan produk dengan menggunakan jaringan internet yang biasa juga disebut sebagai digital marketing. Pengenalan merek dan kepercayaan pelanggan dapat ditingkatkan melalui penggunaan media sosial, yang juga membantu memperkuat ikatan antara bisnis dan pelanggan mereka. Semakin banyak, bisnis menggunakan strategi pemasaran viral, termasuk oleh salah satu brand yang bergerak di bidang dessert yaitu brand x yang baru saja meluncurkan produk baru bernama cookie bomb. Brand x berfokus untuk membuat konten yang membuat audiens tertarik untuk membeli produk serta berhasil memancing konsumen membagikan konten terkait pengalamannya dengan produk cookie bomb dengan mengadakan trend cookie bomb challenge. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan pendekatan viral marketing yang diterapkan oleh brand dessert di media sosial, khususnya TikTok. Ini juga menggunakan metode ini untuk menjelaskan bagaimana komunikasi pemasaran dapat memperoleh manfaat dari pemasaran viral. Studi kasus digunakan untuk melakukan penelitian kualitatif deskriptif. Informasi dikumpulkan melalui pengamatan yang cermat. Menurut temuan penelitian, ada beberapa komponen kunci untuk kampanye pemasaran viral yang sukses, yaitu kualitas konten yang diunggah, waktu unggah, kolaborasi, membangun hubungan baik dengan audiens, serta mendorong konsumen untuk membagikan pengalamannya melalui konten TikTok.</p>
      </abstract>
      <kwd-group kwd-group-type="author">
        <kwd>Komunikasi Pemasaran</kwd>
        <kwd>Media Sosial</kwd>
        <kwd>Digital Marketing</kwd>
        <kwd>viral</kwd>
        <kwd>pemasaran</kwd>
        <kwd>melalui</kwd>
        <kwd>cookie</kwd>
        <kwd>bomb</kwd>
        <kwd>produk</kwd>
      </kwd-group>
      <self-uri content-type="application/pdf" xlink:title="ActaNova Permanent Archival PDF" xlink:href="https://actanova.mediadigitalpublikasi.com/journals/articles/omset-meningkat-1500-viral-marketing-melalui-trend-cookie-bomb-challenge-sebagai-gaya-komunikasi-pemasaran/pdf-stream" />
      <self-uri content-type="text/html" xlink:title="ActaNova Responsive HTML Galley" xlink:href="https://actanova.mediadigitalpublikasi.com/journals/articles/omset-meningkat-1500-viral-marketing-melalui-trend-cookie-bomb-challenge-sebagai-gaya-komunikasi-pemasaran/html" />
      <self-uri content-type="original-pdf" xlink:title="Original Publisher PDF Document" xlink:href="https://journal.pubmedia.id/index.php/jbkd/article/download/2955/3164" />
      <supplementary-material content-type="original-pdf" xlink:title="Original Publisher PDF Document" xlink:href="https://journal.pubmedia.id/index.php/jbkd/article/download/2955/3164">
        <caption xml:lang="en"><p>Original PDF file published by Indonesian Journal Publisher</p></caption>
      </supplementary-material>
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec id="sec1">
      <title>Full Text &amp; Preserved Archival Statement</title>
      <p>Pesatnya angka pertumbuhan pengguna sosial media membuka peluang munculnya alternatif baru dalam cara memasarkan produk dengan menggunakan jaringan internet yang biasa juga disebut sebagai digital marketing. Pengenalan merek dan kepercayaan pelanggan dapat ditingkatkan melalui penggunaan media sosial, yang juga membantu memperkuat ikatan antara bisnis dan pelanggan mereka. Semakin banyak, bisnis menggunakan strategi pemasaran viral, termasuk oleh salah satu brand yang bergerak di bidang dessert yaitu brand x yang baru saja meluncurkan produk baru bernama cookie bomb. Brand x berfokus untuk membuat konten yang membuat audiens tertarik untuk membeli produk serta berhasil memancing konsumen membagikan konten terkait pengalamannya dengan produk cookie bomb dengan mengadakan trend cookie bomb challenge. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan mendeskripsikan pendekatan viral marketing yang diterapkan oleh brand dessert di media sosial, khususnya TikTok. Ini juga menggunakan metode ini untuk menjelaskan bagaimana komunikasi pemasaran dapat memperoleh manfaat dari pemasaran viral. Studi kasus digunakan untuk melakukan penelitian kualitatif deskriptif. Informasi dikumpulkan melalui pengamatan yang cermat. Menurut temuan penelitian, ada beberapa komponen kunci untuk kampanye pemasaran viral yang sukses, yaitu kualitas konten yang diunggah, waktu unggah, kolaborasi, membangun hubungan baik dengan audiens, serta mendorong konsumen untuk membagikan pengalamannya melalui konten TikTok.</p>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ack>
      <p>Digitally preserved and archived by ActaNova Digital Archival &amp; Preservation Network (Permanent Archival Node: https://actanova.mediadigitalpublikasi.com/journals).</p>
    </ack>
  </back>
</article>