<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving and Interchange DTD v1.3 20210610//EN" "JATS-archivearticle1-3.dtd">
<article article-type="research-article" dtd-version="1.3" xml:lang="en" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML">
  <front>
    <journal-meta>
      <journal-id journal-id-type="actanova-preservation">Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn pub-type="epub">3026-5886</issn>
      <publisher>
        <publisher-name>Indonesian Journal Publisher</publisher-name>
      </publisher>
    </journal-meta>
    <article-meta>
      <article-id pub-id-type="publisher-id">fenomena-speak-up-pada-media-twitter-study-deskriptif-korban-penipuan-melalui-gerakan-a-thread</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">10.47134/jbkd.v1i1.1912</article-id>
      <title-group>
        <article-title>Fenomena Speak Up pada Media Twitter (Study Deskriptif Korban Penipuan Melalui Gerakan “A Thread”)</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Kinanti</surname>
            <given-names>Tassya Alifta </given-names>
          </name>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Suyono</surname>
            <given-names>Suyono</given-names>
          </name>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <pub-date pub-type="epub">
        <day>08</day>
        <month>11</month>
        <year>2023</year>
      </pub-date>
      <volume>1</volume>
      <issue>1</issue>
      <fpage>12</fpage>
      <lpage>12</lpage>
      <permissions>
        <copyright-statement>© 2023 Indonesian Journal Publisher</copyright-statement>
        <copyright-year>2023</copyright-year>
        <license license-type="open-access" xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">
          <license-p>This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License.</license-p>
        </license>
      </permissions>
      <abstract>
        <p>Twitter adalah layanan yang memungkinkan pengguna untuk berhasil berkomunikasi dan tetap berhubungan satu sama lain. Semakin berkembangnya zaman, Twitter pun semakin berkembang. Dengan adanya fitur terbaru yaitu “thread”. Karena thread memiliki fungsi yang menarik, sekarang thread dijadikan tempat untuk speak up oleh banyak pengguna Twitter. Mulai dari speak up mengenai kasus pelecehan sosial, orang hilang, berita yang sedang viral sampai dengan kasus penipuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kerja gerakan “A Thread” pada media Twitter serta hambatan yang dirasakan korban penipuan dalam melakukan speak up di media Twitter. Pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah self disclosure yang ditemukan oleh Sidney Marshall Jourars (1926-1974) adalah ahli dalam bidang Psikologi Humanistik. Tujuan peneliti menggunakan teori self disclosure atau pengungkapan diri karena sesuai dengan tujuan penelitian yakni untuk mengetahui pola kerja gerakan “A Thread” pada media Twitter serta hambatan yang dirasakan korban penipuan dalam melakukan speak up di media Twitter. Hasil dari penelitian ini bahwa informan menganggap speak up melalui gerakan a thread sedikit membantu dalam meringankan masalah yang dialaminya, namun thread sangat membantu pengguna Twitter lainnya agar tidak mengalami hal yang sama. Sementara untuk faktor penghambat hasil dari penelitian ini adalah para informan merasa kurang tepatnya audience yang mereka dapat sehingga komentar yang tidak sesuai ekspetasi dan tidak membantu untuk menyelesaikan masalahnya dan juga bahasa tulisan dalam membuat thread hingga pengumpulan bukti yang diperlukan.</p>
      </abstract>
      <kwd-group kwd-group-type="author">
        <kwd>Komunikasi Interpersonal</kwd>
        <kwd>Twitter</kwd>
        <kwd>Self Disclosure</kwd>
        <kwd>twitter</kwd>
        <kwd>thread</kwd>
        <kwd>speak</kwd>
        <kwd>media</kwd>
        <kwd>penipuan</kwd>
        <kwd>gerakan</kwd>
      </kwd-group>
      <self-uri content-type="pdf" xlink:href="/journals/articles/fenomena-speak-up-pada-media-twitter-study-deskriptif-korban-penipuan-melalui-gerakan-a-thread/pdf-stream" />
      <self-uri content-type="html" xlink:href="/journals/articles/fenomena-speak-up-pada-media-twitter-study-deskriptif-korban-penipuan-melalui-gerakan-a-thread/html" />
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec id="sec1">
      <title>Full Text &amp; Preserved Archival Statement</title>
      <p>Twitter adalah layanan yang memungkinkan pengguna untuk berhasil berkomunikasi dan tetap berhubungan satu sama lain. Semakin berkembangnya zaman, Twitter pun semakin berkembang. Dengan adanya fitur terbaru yaitu “thread”. Karena thread memiliki fungsi yang menarik, sekarang thread dijadikan tempat untuk speak up oleh banyak pengguna Twitter. Mulai dari speak up mengenai kasus pelecehan sosial, orang hilang, berita yang sedang viral sampai dengan kasus penipuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola kerja gerakan “A Thread” pada media Twitter serta hambatan yang dirasakan korban penipuan dalam melakukan speak up di media Twitter. Pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah self disclosure yang ditemukan oleh Sidney Marshall Jourars (1926-1974) adalah ahli dalam bidang Psikologi Humanistik. Tujuan peneliti menggunakan teori self disclosure atau pengungkapan diri karena sesuai dengan tujuan penelitian yakni untuk mengetahui pola kerja gerakan “A Thread” pada media Twitter serta hambatan yang dirasakan korban penipuan dalam melakukan speak up di media Twitter. Hasil dari penelitian ini bahwa informan menganggap speak up melalui gerakan a thread sedikit membantu dalam meringankan masalah yang dialaminya, namun thread sangat membantu pengguna Twitter lainnya agar tidak mengalami hal yang sama. Sementara untuk faktor penghambat hasil dari penelitian ini adalah para informan merasa kurang tepatnya audience yang mereka dapat sehingga komentar yang tidak sesuai ekspetasi dan tidak membantu untuk menyelesaikan masalahnya dan juga bahasa tulisan dalam membuat thread hingga pengumpulan bukti yang diperlukan.</p>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ack>
      <p>Digitally preserved and archived by ActaNova Digital Archival &amp; Preservation Network (Permanent Archival Node: https://actanova.mediadigitalpublikasi.com/journals).</p>
    </ack>
  </back>
</article>