<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!DOCTYPE article PUBLIC "-//NLM//DTD JATS (Z39.96) Journal Archiving and Interchange DTD v1.3 20210610//EN" "JATS-archivearticle1-3.dtd">
<article article-type="research-article" dtd-version="1.3" xml:lang="en" xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:mml="http://www.w3.org/1998/Math/MathML">
  <front>
    <journal-meta>
      <journal-id journal-id-type="actanova-preservation">Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital</journal-id>
      <journal-title-group>
        <journal-title>Jurnal Bisnis dan Komunikasi Digital</journal-title>
      </journal-title-group>
      <issn pub-type="epub">3026-5886</issn>
      <publisher>
        <publisher-name>Indonesian Journal Publisher</publisher-name>
      </publisher>
    </journal-meta>
    <article-meta>
      <article-id pub-id-type="publisher-id">analisis-semiotika-pesan-moral-dalam-film-dua-hati-biru</article-id>
      <article-id pub-id-type="doi">10.47134/jbkd.v2i2.3552</article-id>
      <title-group>
        <article-title>Analisis Semiotika Pesan Moral Dalam Film “Dua Hati Biru”</article-title>
      </title-group>
      <contrib-group>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Heru</surname>
            <given-names>Heru</given-names>
          </name>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Andanto</surname>
            <given-names>Repansyah Alifa</given-names>
          </name>
        </contrib>
        <contrib contrib-type="author">
          <name>
            <surname>Arbianto</surname>
            <given-names>Wahyu</given-names>
          </name>
        </contrib>
      </contrib-group>
      <pub-date pub-type="epub">
        <day>06</day>
        <month>02</month>
        <year>2025</year>
      </pub-date>
      <volume>2</volume>
      <issue>2</issue>
      <fpage>8</fpage>
      <lpage>8</lpage>
      <permissions>
        <copyright-statement>© 2025 Indonesian Journal Publisher</copyright-statement>
        <copyright-year>2025</copyright-year>
        <license license-type="open-access" xlink:href="https://creativecommons.org/licenses/by/4.0/">
          <license-p>This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License.</license-p>
        </license>
      </permissions>
      <abstract>
        <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang kehidupan rumah tangga. Film tersebut mengajarkan pelajaran penting tentang pentingnya komunikasi dalam hubungan dan pengaruh orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Film ini juga membantu masyarakat untuk tidak terburu-buru menikah sebelum benar-benar siap memulai kehidupan berumah tangga. Metode kualitatif menggunakan teknik analisis isi. Analisis isi adalah studi yang melibatkan diskusi mendalam tentang konten informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Harold D. Lasswell, seorang pelopor dalam analisis teknik pengkodean simbolis, secara sistematis mencatat simbol dan pesan. Namun, dalam penelitian ini, fokusnya adalah pada ide makna dua tahap, yaitu konotatif dan denotatif. Makna konotatif dalam penelitian ini adalah perjuangan Bima dan Dara di usia muda untuk menjadi orang tua, menemukan warna dalam hidup mereka, serta bertanggung jawab atas tindakan yang telah mereka ambil. Sedangkan makna denotatif adalah masalah rumah tangga yang berasal dari dalam dan luar, serta ego masing-masing pihak. Mikrostruktur mengungkapkan penggunaan bahasa yang memperjelas dan memperkuat pesan film. Makna tema film didukung oleh kata-kata, frasa, dan gambar visual yang digunakan oleh sutradara. Analisis cerita dalam film ini mencakup pengetahuan sosial yang disampaikan melalui kisahnya, yaitu konflik pernikahan dini, perbedaan dalam pengasuhan anak, kesetaraan gender, serta pentingnya keluarga dan teman. Dalam konteks sosial, analisis ini membahas bagaimana makna dari sebuah film dapat dialami oleh penonton.</p>
      </abstract>
      <kwd-group kwd-group-type="author">
        <kwd>film</kwd>
        <kwd>Analisis Konten</kwd>
        <kwd>semiotika</kwd>
        <kwd>pesan moral</kwd>
        <kwd>analisis</kwd>
        <kwd>makna</kwd>
        <kwd>pesan</kwd>
        <kwd>tentang</kwd>
        <kwd>tangga</kwd>
      </kwd-group>
      <self-uri content-type="pdf" xlink:href="/journals/articles/analisis-semiotika-pesan-moral-dalam-film-dua-hati-biru/pdf-stream" />
      <self-uri content-type="html" xlink:href="/journals/articles/analisis-semiotika-pesan-moral-dalam-film-dua-hati-biru/html" />
    </article-meta>
  </front>
  <body>
    <sec id="sec1">
      <title>Full Text &amp; Preserved Archival Statement</title>
      <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang kehidupan rumah tangga. Film tersebut mengajarkan pelajaran penting tentang pentingnya komunikasi dalam hubungan dan pengaruh orang tua terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Film ini juga membantu masyarakat untuk tidak terburu-buru menikah sebelum benar-benar siap memulai kehidupan berumah tangga. Metode kualitatif menggunakan teknik analisis isi. Analisis isi adalah studi yang melibatkan diskusi mendalam tentang konten informasi tertulis atau tercetak dalam media massa. Harold D. Lasswell, seorang pelopor dalam analisis teknik pengkodean simbolis, secara sistematis mencatat simbol dan pesan. Namun, dalam penelitian ini, fokusnya adalah pada ide makna dua tahap, yaitu konotatif dan denotatif. Makna konotatif dalam penelitian ini adalah perjuangan Bima dan Dara di usia muda untuk menjadi orang tua, menemukan warna dalam hidup mereka, serta bertanggung jawab atas tindakan yang telah mereka ambil. Sedangkan makna denotatif adalah masalah rumah tangga yang berasal dari dalam dan luar, serta ego masing-masing pihak. Mikrostruktur mengungkapkan penggunaan bahasa yang memperjelas dan memperkuat pesan film. Makna tema film didukung oleh kata-kata, frasa, dan gambar visual yang digunakan oleh sutradara. Analisis cerita dalam film ini mencakup pengetahuan sosial yang disampaikan melalui kisahnya, yaitu konflik pernikahan dini, perbedaan dalam pengasuhan anak, kesetaraan gender, serta pentingnya keluarga dan teman. Dalam konteks sosial, analisis ini membahas bagaimana makna dari sebuah film dapat dialami oleh penonton.</p>
    </sec>
  </body>
  <back>
    <ack>
      <p>Digitally preserved and archived by ActaNova Digital Archival &amp; Preservation Network (Permanent Archival Node: https://actanova.mediadigitalpublikasi.com/journals).</p>
    </ack>
  </back>
</article>